keputihan berbau amis

Cara Mencegah Keputihan Berbau Amis

Keputihan merupakan masalah yang terjadi kepada wanita dan merupakan hal normal jika dialami ketika berada di masa subur atau kondisi lainnya, bagaimana dengan keputihan berbau amis?.

Namun karena diakibatkan oleh beberapa hal, seorang wanita dapat mengalami keputihan berbau amis yang mengganggu, apalagi jika mereka aktif menjalankan hubungan seksual. Sekresi ini bisa diartikan sebagai keluarnya cairan dengan bentuk lendir dalam vagina. Kondisi ini bisa terjadi secara normal ataupun sebaliknya.

Baca juga: Penyebab Kehadiran Keputihan Berwarna Coklat

konsultasi

Bagaimana Cara Mencegah Keputihan Berbau Amis

Pada sebuah kondisi normal, sekresi keputihan yang keluar dari vagina tidak mempunyai bau apapun, warnanya bening hingga putih, dan tidak menimbulkan berbagai keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman. Keputihan jenis ini pada umumnya terjadi pada seorang wanita yang akan segera menstruasi, stress, mengalami kelelahan, atau kurang istirahat.

Sedangkan keputihan tidak normal menyebabkan cairan yang keluar dari vagina berbau amis. Selain itu cairan tersebut sangat kental atau menggumpal, mengalami perubahan warna diantaranya kekuning-kuningan, hijau, coklat atau merah muda dan menyebabkan keluhan nyeri, gatal dan rasa tidak nyaman di area genital. Keputihan berbau amis pada umumnya terjadi akibat ada infeksi bakteri dan jamur.

1.Hindari penggunaan produk pembersih vagina

Vagina wanita dipenuhi oleh bakteri baik yang menjaga tingkat keasaman bagian tersebut. Nah jika Anda menggunakan obat pembersih vanina tanpa anjuran dari dokter, maka keseimbangan bakteri baik yang ada dalam vagina menjadi terganggu. Tentunya hal ini akan menyebabkan pertumbuhan bakteri jahat menjadi semakin meningkat, sehingga keputihan berbau amis tidak bisa dihindari.

konsultasi
keputihan berbau amis

2.Gunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat

Gunakan jenis celana dalam yang tidak terlalu ketat. Pastikan Anda menggantinya secara berkala, paling tidak yakni dua kali sehari. Sedangkan jika Anda merupakan kalangan yang mudah berkeringat, jangan sungkan untuk mengenakan celana dalam berbahan katun.

Tindakan tersebut bertujuan untuk menjaga kelembaban area kewanitaan Anda. Dengan demikian, resiko munculnya sekresi tidak normal akibat bakteri maupun virus tidak dalam resiko yang besar.

3.Cuci vagina dari depan ke belakang

Setelah buang air kecil, Anda harus pastikan membilas vagina menggunakan air bersih yang mengalir dari depan ke belakang. Kemudian seka menggunakan tisu atau handuk sampai benar-benar kering.

konsultasi

4.Gunakan pantyliner

Pantyliner merupakan produk pembalut tipis yang berguna untuk menyerap keringat serta berbagai jenis cairan. Ini artinya benda tersebut dapat menjaga kelembaban area vital dan sekitarnya.

Namun ketika mengenakan produk ini, pastikan Anda menggantinya selama 4 jam sekali. Jangan malas menjalankan serangkaian ini, karena pantyliner yang terlalu lama digunakan dan tak diganti secara berkala dapat meningkatkan resiko terjadinya keputihan bau amis.

Pada jenis keputihan normal, Anda tidak perlu berobat ke dokter. Ini karena keadaan tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa waktu. Namun jika Anda mengalami keputihan bau amis, jangan ragu untuk segera periksakan diri ke dokter, apalagi jika Anda mengalami beberapa gejala diantaranya:

•Nyeri pada perut

•Demam

•Meningkatkan frekuensi buang air kecil

•Mengalami penurunan berat badan secara tiba dan tanpa sebab yang jelas.

Ingat untuk segera menjalankan pengobatan ke dokter jika Anda mengalami keputihan bau amis, apalagi jika disertai dengan berbagai tanda dan gejala diatas. Jangan menunda hal ini, karena keputihan jenis ini dapat menjadi tanda adanya kanker serviks atau infeksi berbahaya lainnya.

Jika Anda mengalami tanda dan gejala diatas, segera lakukan pemeriksaan bersama kami di Klinik Apollo Jakarta. Untuk reservasi, Anda bisa hubungi nomor 081233881616. Demikian mengenai keputihan berbau amis, semoga bermanfaat.

konsultasi
Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.artikel.kesehatankelamin.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.